DI MATA MU PERNAH ADA KETIDAKSIAPAN
Untuk beberapa waktu lamanya, kau pernah mengenakan ketidaksiapan. Ketidaksiapan itu kau kenakan dengan terpaksa. Tapi apa yang mau dikata bila itu adalah satu-satunya caramu agar mampu mengenal subyek yang dikagumi. Pada salah satu indera, ketidaksiapan mu bernah duduk manis dan membiarkan mu meraba-raba dengan ragu-ragu. Ada kalanya kau sendiri yang mengeluh. Entah dengan ragam pertanyaan mengapa harus begini dan mengapa harus begitu. Atau sesekali, jika tak ada pertanyaan, selalu ada mimik tak sudi jika beberapa orang mengajukan pertanyaan tentang mengapa begini dan mengapa begitu mu harus seperti itu. Untunglah, semengelunya kamu, tak pernah berada pada level depresi. Pada senja yang selalu dicintai, kau pernah bertanya padaku "mengapa harus aku yang mengenakan ketidaksiapan ini?" Untuk beberapa detik, aku hanya diam dan menatap mu yang sedang mengenakan ketidaksiapan. Lantas menjawab "ketidaksiapan...