BELAJAR SETIA DARI MENANAM

                               

             Menanam berasal dari kata dasar tanam yang berarti melakukan perkerjaan tanam menanam. Menanam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti yang sedikit berbeda namun tak terlepas dari arti menurut kata dasar yaitu menaruh bibit, benih, atau setek kedalam tanah yang dilubangi lalu di timbuni dengan tanah supaya tumbuh. Pengertian menanam sesuai dengan KBBI tersebut tidak berarti bahwa proses menanam hanya terbatas sesuai dengan pengertian yang tertulis didalam KBBI saja yakni hanya sampai tahap menimbun saja. Lebih daripada itu, menaman mengindikasikan bahwa ada beberapa tahapan lain yang harus dilanjutkan agar menanam tak kehilangan sisi integritasnya yakni dilanjutkan dengan tahapan menyiram, memupuk serta merawat yang dalam arti sempit berarti menjaga dari serangan hama atau kemungkinan-kemungkinan lain yang merusak kehidupan tanaman yang ditanam tersebut. Dengan demikian kegiatan menanam pada akhirnya memiliki suatu konklusi yang tidak sia-sia tetapi mendapatkan ending yang sesuai dengan normalnya.

            Berlangkah dari persoalan tanam-menanam ada sesuatu yang menghasilkan efek lain dan tentu saja bukan soal penen-memanen. Mungkin ketika dibaca akan kelihatan sangat abstrak tetapi jika di telaah secara cermat dan jeli maka sebenarnya hasilnya merupakan sebuah konkritisasi antara menanam dan setia yang hasilnya sangat mutlak.

            Setia pada hakikatnya berarti berpegang teguh pada pendirian, janji, patuh, taat, tetap dan juga teguh hati. Jika melihat kembali pada tahapan menanam yang memiliki beberapa estafet maka ada suatu titik terang yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia. Menanam  dalam mata rantai yang dimulai dari memasukan benih kedalam tanah, menyiram, memupuk dan merawat dalam arti sempitnya, secara psikologis penanam yang melaksanakan metode tersebut telah membentuk suatu sistem ketahanan didalam dirinya sendiri. Ketahan diri yang berarti tetap keadaanya meskipun mengalami banyak hal, secara khusus telah memberi arti bahwa dengan menanam seseorang telah menempa dirinya untuk setia yang berarti berpegang teguh pada pendirian,janji, patuh, taat, tetap serta teguh hati dalam melaksanakan aktivitasnya setiap hari di lingkungan tempatnya hidup dan mengabdi. 
            Dengan alasan sederhana ini, maka setia dan menanam memiliki suatu koherensi mutlak yang membangun dan mengispirasi dalam kehidupan akademik setiap elit intelektual. Salam Green and Clean. Mari menanam, silahkan setia.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI MATA MU PERNAH ADA KETIDAKSIAPAN

KITA DIBESARKAN OLEH CERITA