KITA DIBESARKAN OLEH CERITA



        Setiap kita dibesarkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah dengan cerita-cerita. Tepatnya, cerita yang pernah dibawa masuk sampai mengetuk gendang telinga, membekas di hati dan pikiran.

        Ada yang dibesarkan dengan dongeng ayah tentang Abu Nawas, yang mengantarmu tertidur lelap tanpa bertanya asalnya dari mana, anak siapa dan pernah belajar apa. Namun kelak baru kausadari, bahwa hidup tak boleh malas berjuang seperti Abu Nawas yang membawa sekarung garam dengan cara menariknya sepanjang perjalanan menyusuri sungai. Ringan memang, tapi ia sampai di tempat tujuan tanpa hasil. Dan benarlah kata pepatah lama: "bersusah-susah dahulu, bersenang senang kemudian."

        Beberapa orang mungkin dibesarkan oleh cerita ibu tentang Kancil dan Buaya. Sebuah cerita yang cukup mengedepankan kemampuan intelek. Bahwa berhitung bukan saja sekadar tindakan matematis, tetapi lebih daripada itu, kau bisa selamatkan diri dari bahaya, rintangan, dan tantangan pada kehidupan nyata. Bahwa untuk licik, kau harus asa otak. Bahwa orang yang berkuasa adalah mereka yang berpengetahuan lebih. Bahwa seorang pemenang adalah mereka yang selalu mau belajar.

       Masih banyak cerita lain yang turut mengembangkan diri dan cara berpikir. Cerita-cerita yang mungkin lebih layak disebut terkubur ketimbang tersimpan rapi. Mari mengingat, mari belajar kembali.

Sudut Markas, 27.10.23

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR SETIA DARI MENANAM

DI MATA MU PERNAH ADA KETIDAKSIAPAN