CATATAN TENTANG FILM MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta) 2016.
Ada beberapa hal yang dapat saya tangkap dari Film Berjudul MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta) 2016. Beberapa hal yang dimaksud adalah sebagai berikut.
Pertama, alur film seperti daun pepaya, pahit dari awal sampai akhir. Perjalanan hidup sekar memang pahit. Terlahir dari keluarga miskin, membuatnya sering dibully, tidak begitu dianggap di sekolah dan martabatnya sebagai manusia seakan bergantung pada status sosial dan ekonomi keluarganya.
Kedua, film ini juga menunjukkan bahwa tidak ada orangtua yang ingin anaknya melihat kesakitan atau kesulitan hidup yang dialami. Kenyataan ini dapat ditemukan dengan gamblang dalam keseharian kita. Dan memang kesadaran akan hal tersebut akan membentuk cara setiap anak menghargai peran orangtua dalam perjalanan hidup ataupun karir.
Ketiga, kemiskinan bukan hal yang mengenakkan. Kemiskinan, entah struktural atau karena malas bekerja pada akhirnya akan menghadirkan kondisi-kondisi sulit dalam hidup. Tampak juga bahwa negara pada hakikatnya hanya menciptakan kondisi, bukan fakta. Karena itu, untuk dapat keluar dari kemiskinan setiap orang atau keluarga mesti berjuang sendiri.
Keempat, pendidikan dan atau belajar adalah hal urgen dalam hidup. Seringkali kenyataan menunjukkan bahwa orang-orang tertindas adalah mereka yang kurang pengetahuan, sehingga mudah digiring ke dalam jurang melalui penipuan, penekanan dan yang lebih parah adalah pembodohan terus menerus.
Kelima, Kritik budaya. Budaya adalah hasil budi dan daya manusia. Ada yang relevan dengan zaman, adapun yang tidak lagi relevan seiring perkembangan zaman. Karena itu penyesuaian dan pola pikir baru mesti ada setiap kali berhadapan dengan budaya. Kalau dulu perempuan seakan benar-benar manusia kelas dua yang hanya layak manut-manut saja, maka sekarang (dalam diri Sekar) perempuan mesti sanggup mengambil keputusan sendiri, tanpa intervensi; berdikari serta memiliki otonomi atas tubuh dan pikiran. Hal yang juga ingin diingatkan oleh tokoh utama adalah pernikahan bukanlah jalan yang tepat untuk keluar dari kemiskinan, sekalipun anda menikah dengan orang yang mapan secara finansial. Justru baginya, hanya akan menimbulkan ketergantungan dan masalah-masalah lain yang beruntun.
Keenam, semesta selalu memberi restu pada orang-orang yang jujur dan selalu ingin belajar. Dua hal ini kelak menumbuhkan kepercayaan yang begitu besar dari orang lain pada seseorang. Sekar, tokoh utama dalam film benar-benar direstui oleh semesta; tampak dalam perjalanannya: from jogja to england.
Ketujuh, yang tahan uji pasti berkualitas. Kualitas dalam diri Sekar, tumbuh dari kepahitan-kepahitan hidup. Ketika dibesarkan oleh kemiskinan tidak membuatnya patah semangat, Sekar justru menumbuhkan daya juang yang gigih dalam dirinya. Tahan banting menjadi kunci karakter pejuang.
Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar