Apa Yang Bisa Kita Pelajari dari Kisah tentang Re: ?

Re: adalah sebuah novel yang berkisah tentang dunia pramuria. Rere atau yang kerap di sapa Re: adalah tokoh sentral dalam novel ini. Sekalipun disebut sebagai novel, kisah ini ditulis berdasarkan penelitian panjang. Atau lebih tepatnya kisah tentang Re: dapat kita sebut sebagai semua cerita dibalik  proses pengerjaan Skripsinya Maman Suherman; si mahasiswa krimonologi.

Dari kisah tentang Re: yang bekerja sebagai pramuria, saya menemukan tiga hal penting, yakni:

 Pertama, soal Victimal. Victimal merupakan kondisi di mana seseorang secara sadar atau tidak sadar menempatkan dirinya menjadi korban kejahatan.  Beberapa tindakan tanpa alasan yang cukup bisa menyebabkan kita menjadi korban kejahatan. Lebih parah lagi, jika tindakan itu sama sekali tanpa alasan. Ini akan sama buruknya dengan kondisi terjebak: ketika berada di titik nol, seringkali tidak ada pilihan lain selain mengikuti alur dan keputusan yang ditentukan orang lain untuk diri kita. 

Kedua, soal standar kebaikan. Setiap dunia selalu memiliki standar kebaikan tersendiri. Re: dan teman pun demikian. Dunia pramuria sering diidentikkan dengan patologi sosial--yang dianggap gelap. Namun dibalik itu, pramuria dijalankan oleh manusia yang bertubuh, berjiwa dan berakal. Maka sekalipun dunia itu gelap, tetap ada kebaikan yang bisa mereka kerjakan sebagai manusia; dengan standarnya sendiri yang mungkin akan dianggap tidak bernilai oleh orang lain, terutama yang mengaku paling bermoral dan menjunjung tinggil moral. Tapi begitulah kebaikan: ia akan tetap tumbuh di tengah dunia yang dianggap gelap; diantara pramuria. 

Ketiga, adakah Tuhan bagi para pramuria? Mungkinkah doa seorang pramuria didengar oleh Tuhan? Ini merupakan pertanyaan yang penting. Tidak gamblang untuk menjawab dua pertanyaan ini. Di sisi lain, kita juga tidak bisa seenaknya mengatakan bahwa tidak ada Tuhan bagi mereka, mereka pasti masuk neraka atau doa-doa mereka tidak akan didengar hanya karena mereka seperti itu. Sebab, Tuhan ada bagi siapa saja.

Segala sesuatu terjadi dengan alasan-alasan dibaliknya. Selalu ada pengalaman latar belakang yang menyebabkan seorang berlaku seperti yang terlihat. Namun hanya orang terdekat dan tertentu yang tahu dan bisa memahami, entah karena menelusur atau menjadi orang dekat. Akan jauh lebih baik, bila tidak terburu-buru menjudge seseorang sebelum mengetahui seluk-beluk dan pergumulan hidup seseorang secara pasti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR SETIA DARI MENANAM

DI MATA MU PERNAH ADA KETIDAKSIAPAN

KITA DIBESARKAN OLEH CERITA