Catatan Kecil Tentang Gadis Kretek
Pertama, Dasiyah benar-benar merepresentasikan diri sebagai manusia-beridealisme. Bahwa sebagi manusia, entah perempuan atau laki-laki, sudah seharusnya hidup di atas pemikiran dan kehendaknya sendiri. Tradisi suatu budaya adalah produk pikiran yang bernilai, tetapi di sisi lain setiap kita perlu meninjaunya kembali dengan pandangan yang kritis dan luas, supaya tidak sekadar manut namun sebenarnya tidak begitu relevan diterapkan. Hal ini sekaligus menjadi alasan mengapa Dasiyah begitu berani untuk menembus-masuk ruang Saus demi mewujudkan cita-cita besarnya, yang sekaligus menjadi tanda bahwa perempuan sebenarnya mampu menembus batas-batasan yang "asing" dalam pandangan-pandangan lama, terutama yang cenderung konservatif.
Kedua, Peristiwa 65 selalu menyisakan pengalaman traumatis bagi semua mereka yang pernah mengalami. Luka lama itu bahkan enggan untuk diceritakan kembali, tidak heran mengapa dalam penelitian tentang Peristiwa 65 tidak semua korban sanggup untuk menceritakan kembali. Mengingat saja sakit, apalagi menampilkan kembali semua peristiwa tragis itu di depan mata. Meskipun begitu, film ini setidaknya berhasil menggambarkan situasi waktu itu, bahwa banyak orang menjadi korban tak bersalah.
Ketiga, Salah satu hal yang sangat tidak enak dalam hidup ini adalah ketika seseorang terjebak dalam Dilema-Utang Budi. Ada di fase ini akan membuatmu bertindak dalam kondisi-terpaksa dan boleh jadi sama sekali tidak memiliki pilihan, selain yang ditawarkan atau yang diperintahkan. Atau dengan kata lain, hanya melakukan apa yang sebenarnya tidak ingin dilakukan. Begini salah, begitu akan lebih salah lagi.
Keempat, ambisi itu akan menjadi jahat bila tidak diimbangi dengan persaingan positif. Boleh jadi atas nama ingin lebih maju dan menang, orang menggunakan cara kasar untuk menjadi yang terbaik. Tetapi bagaimanapun, secara moral, cara atau proses tidak dapat membenarkan tujuan. Hanya persaingan secara sehat yang pada akhirnya menghasilkan manusia dan produk berkualitas.

Komentar
Posting Komentar